Metode Farmakologi 4
Metode Farmakologi 4 "Uji Kepekaan terhadap Antibiotik"
Antibiotik merupakan senyawa alami maupun sintetik yang mempunyai efek menekan atau menghentikan proses biokimiawi di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh mikroba. antibiotik sebagai agen kemoterapi sudah sukses dalam memerangi penyakit infeksi oleh bakteri, dan merupakan strategi pengobatan untuk kasus infeksi baik yang berpotensi patogen atau tidak patogen pada manusia. Namun penyakit infeksi yg menjadi penyebab utama kematian
Link YouTube https://youtu.be/3yPLana2inw
1.Bagaimana kita dapat menentukan suatu agen antibiotik tertentu itu dapat melawan bakteri sehingga kemudian agen antibiotik tersebut dinyatakan efektif dlm melawan bakteri. Apa dasar penentuannya sehingga antibiotik tsb dinilai dapat menghambat pertumbuhan bakteri, jika disangkut pautkan dengan uji kepekaan antibiotik yang kamu sebutkan tadi.
BalasHapus2. Dalam penentuan atau penemuan agen antimikroba kita harus menemukan terlebih dahulu senyawa hitnya. Apa saja landasan dalam mengidentifikasi senyawa hit terhadap suatu bakteri?
3. Bagaimana suatu mikroba dapat melawan bakteri berdasarkan metodenya?
1. Untuk menentukan suatu agen antibiotik dinyatakan efektif melawan bakteri adalah dengan melakukan pemantauan antibiotik secara berkala dengan melakukan uji resistensi untuk melihat kepekaan bakteri terhadap antibiotiknya secara invitro. Nah dasar penentuan antimikroba secara invitro ini ada MIC (minimum inhibition concentration) dan MBC (minimum bactericidal concentration). Jadi, pada MIC ini ada yang namanya konsentrasi terendah bakteri yang dapat menghambat
BalasHapuspertumbuhan bakteri dengan hasil yang dilihat dari pertumbuhan koloni pada media agar. Sedangkan kalo MBC itu konsentrasi terendah antimikroba yang dapat membunuh 99,9% pada biakan selama waktu yang ditentukan. Sehingga absorpsi obat dan distribusinya akan mempengaruhi dosis, rute dan frekuensi pemberian antimikroba akan mendapatkan dosis yang efektif ditempat terjadinya infeksi.
2. landasan dalam mengidentifikasi senyawa hit adanya molekul, yangmana molekul dengan aktivitas yang dapat direproduksi, dengan struktur kimia tertentu (atau serangkaian struktur) terhadap satu atau lebih target bakteri. Setelah itu identifikasi hit terhadap bakteri mengikuti juga mengikuti dua pendekatan konvergen: pertama, identifikasi molekul aktif terhadap target molekuler yang penting untuk semua tahap siklus hidup bakteri karena secara langsung dapat menunjukkan pembersihan bakteri dari inang/pasien, kedua; mencari molekul yang menghambat apa yang disebut 'target non-esensial' dapat didefinisikan sebagai bakteri struktur yang tidak vital dalam kondisi pertumbuhan dilaboratorium tetapi menjadi kritis selama proses kolonisasi inang dan infeksi, misal dengan mengatur perkembangan virulensi, dengan menghindari respons imun inang atau dengan memicu mekanisme pertahanan bakteri. Kemudian, dilanjutkan dengan penyaringan dan pembuatan profil lanjutan berdasarkan pengujian standar. Ada kebutuhan mendasar untuk tes untuk mengidentifikasi senyawa hit (baik hit berbasis produk sintetis dan alami) khusus untuk indikasi yang paling relevan secara klinis, profil biologis dalam program optimisasi senyawa hit dan lead membutuhkan sejumlah senyawa yang cukup besar dan murni untuk diuji misalnya, melalui sintesis total senyawa alami yang kompleks.
3. a. Metode dilusi terdiri dari dua teknik pengerjaan, yaitu teknik dilusi perbenihan cair dan teknik dilusi agar yang bertujuan untuk penentuan aktivitas antimikroba secara kuantitatif, antimikroba dilarutkan kedalam media agar atau kaldu, yang kemudian ditanami bakteri yang akan dites. Setelah diinkubasi semalam, konsentrasi terendah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri disebut dengan MIC (minimal inhibitory concentration). Nilai MIC dapat pula dibandingkan dengan konsentrasi obat yang didapat di serum dan cairan tubuh lainnya. untuk mendapatkan perkiraan respon klinik
b. Cakram kertas, yang telah dibubuhkan sejumlah tertentu antimikroba, ditempatkan pada media yang telah ditanami organisme yang akan diuji secara merata. Tingginya konsentrasi dari antimikroba ditentukan oleh difusi dari cakram dan pertumbuhan organisme uji dihambat penyebarannya sepanjang difusi antimikroba (terbentuk zona jernih disekitar cakram), sehingga bakteri tersebut merupakan bakteri yang sensitif terhadap antimikroba. Ada hubungan persamaan yang hampir linear (berbanding lurus) antara log MIC, seperti yang diukur oleh metode dilusi dan diameter zona daya hambat pada metode difusi.